Home » Bahan Tas Anyaman Jogja

Bahan Tas Anyaman Jogja

Produk produk kami terdiri dari banyak bahan -bahan alam dan natural, berikut jenis-jenisnya

 

PANDAN TIKAR

 

Tak hanya menjadi penambah aroma pada makanan, daun pandan juga bisa jadi bahan baku tas kerajinan jogja . Setelah dianyam, daun pandan bisa dibentuk aneka jenis tas kerajinan jogja , seperti tikar, tas kerajinan jogja , dan keranjang. Kerajinan daun pandan ini juga berprospek cerah. Selain harga bahan baku murah dan mudah didapat, pasarnya sudah meluas hingga ke luar negeri. 

Daun pandan sudah lama dikenal sebagai penumbuh aroma pada produk makanan, produk kecantikan, hingga produk kesehatan. Namun, saat ini, daun pandan juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar, tas , dan berbagai suvenir lainnya. Tentu saja, nilai ekonomis kerajinan pandan ini juga tinggi. 

 Ketersediaan bahan baku untuk usaha ini pun tak susah. Lihat saja, daun pandan gampang dibudidayakan sehingga sangat mudah diperoleh di Indonesia.

Membiakkan pandan memang mudah. Pandan bisa tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Namun, tanaman pandan yang tumbuh di pinggir pantai memiliki karakteristik daun lebih tebal untuk mengurangi penguapan. Nah, daun pandan yang tebal inilah yang baik dijadikan bahan baku anyaman. 

Nah, untuk mendapatkan bahan pembuatan tas kerajinan jogja dan keranjang yang awet itu, sebelum dianyam, daun pandan harus diproses melalui beberapa tahapan. Setelah pandan dipanen kemudian dibersihkan dan dibuang duri-durinya. Kemudian, daun pandan dipotong sesuai ukuran anyaman, yakni mulai 1 sentimeter (cm) hingga 3 cm. 

 Setelah didiamkan sekitar enam jam, baru daun itu dilemaskan dan direndam dalam air biasa selama empat jam. Baru kemudian dijemur di terik matahari hingga berwarna keputihan. Setelah itu, daun pandan itu siap diwarnai. Setelah proses pewarnaan yang berlanjut pengeringan selesai, daun pandan siap dianyam.

 

ENCENG GONDOK

 

Eceng gondok atau yang kadang disebut di beberapa daerah sebagai enceng gondok, adalah tumbuhan yang biasa tumbuh di permukaan air yang sering kali masyarakat menganggapnya sebagai tanaman yang tidak bermanfaat.

Ternyata, tanaman yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dan bernama ilmiah Eichornia crassipes ini sudah akrab dikenal beberapa kalangan akan manfaatnya untuk dapat diolah dan dimanfaatkan sedemikian rupa hingga menjadi berbagai macam produk kerajinan, termasuk tas handmade dengan ukuran sedang nan cantik ini.

Karena ukurannya yang sedang, Anda dapat memuat berbagai bawaan yang relatif lebih banyak ke dalam tas cantik ini. Dan model tas ini merupakan salah satu yang terlaris dan banyak diminati oleh konsumen.

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes selama ini dikenal sebagai tanaman yang mengganggu dan tidak ada gunanya.  ketika kita menemui tanaman yang satu ini terbesit niatan untuk membuang dan membersihkannya. Apalagi tanaman yang dikenal sebagai Gulma ini menjadi tanaman yang dikenal sebagai tanaman rawa, dan mengganggu perairan.

Namun siapa sangka tanaman ini bisa dimanfaatkan dan menghasilkan karya tas yang digemari di mancanegara.

Hanya dengan berbekal ketrampilan yang mudah dipelajari, didukung dengan kemauan, kreatifitas dan seni, maka enceng gondok dapat diolah menjadi tas kerajinan jogja . tas kerajinan jogja ini pun termasuk unik karena dibuat dari bahan alam.

Enceng gondok yang dipakai untuk membuat tas adalah enceng gondok dengan kualitas yang baik. daun eceng gondok mesti sempurna yaitu tebal dan besar.  Setelah itu eceng gondok yang basah haruslah dikeringkan terlebih dahulu untuk diambil seratnya. Baru kemudian bisa dianyam menjadi tas.

BENANG NYLON

Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganikbatu baraair, dan udara. Elemen-elemen ini tersusun menjadi monomer dengan berat molekular rendah, yang selanjutnya direaksikan untuk membentuk rantai polimer panjang.

 

KULIT SAPI

kulit nabati adalah jenis kulit dengan karakter yang keras dan kaku. Dinamakan kulit nabati karena kulit ini didapat dari penyamakan dengan bahan-bahan nabati bukan buatan. Jenis kulit ini berwarna putih agak kemerahan, atau dengan kata lain pink, tapi tidak pure pink, karena terkadang ada juga yang terlihat putih, tergantung keberhasilan pada proses penyamakan. Kulit jenis ini bisa dibuat untuk berbagai macam kerajinan kulit, seperti : tas, dompet, sepatu, gantungan kunci, strap, dll. Kebanyakan pengrajin kulit menggunakan kulit nabati karena harganya yang murah serta banyak dijual di pasaran. Jenis kulit nabati ini masih bisa untuk diwarna, karena memang dari proses penyamakan tidak menggunakan minyak pewarna yang dapat menutupi bagian permukaan kulit. Akan tetapi penggemar leather goods lebih menyukai barang-barang dengan warna asli pada kulit nabati karena merupakan ciri khas dari kulit sapi. 

PELEPAH PISANG

Untuk membuat kerajinan yang menghasilkan produk yang berkualitas baik, tentu kita juga harus menggunakan bahan baku pelepah pisang yang baik juga. Untuk itu kita harus bisa memilih jenis pelepah pisang yang mempunyai kualitas baik. Salah satu contoh pelepah pisang yang baik adalah yang sudah kering di pohon, yaitu kondisi pelepah benar-benar kering sehingga tidak perlu lagi mengalami proses penjemuran (cukup diangin-anginkan saja).

 

ROTAN

Rotan yang umum dipergunakan dalam industri tidaklah terlalu banyak. Beberapa yang paling umum diperdagangkan adalah Manau, Batang, Tohiti, Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing, Semambu, serta Pulut.

Setelah dibersihkan dari pelepah yang berduri, rotan asalan harus diperlakukan untuk pengawetan dan terlindung dari jamur. Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan: Pemasakan dengan  minyak untuk rotan berukuran sedang /besar dan Pengasapan dengan bellerang untuk rotan berukuran kecil.

 LIDI BAMBU

Lidi kelapa ternyata dapat dibuat menjadi KERAJINAN TAS yang cantik dan unik. Usaha ini dikembangkan oleh banyak pengrajin tas yang ada di kota Jogjakarta. Bahan baku lidi sengaja dipilih oleh para pengrajin karena memiliki harga yang relatif murah, serta bahan tersebut mudah ditemukan di daerah jogja. Lidi yang digunakan dapat diperoleh di pasar – pasar tradisional, atau dapat diperoleh langsung dari petani kelapa yang ada di kota gudeg ini.

 

Copyrights © 2013 Tas Kerajinan Jogja | Developed By JogjaSite